KUMPULAN SOAL LATIHAN PAJAK
1. Berikut di bawah ini adalah bukan merupakan
bentuk dari Bukti Penerimaan Negara...
|
a. |
Dokumen bukti pembayaran yang diterbitkan Bank/Pos Persepsi, untuk pembayaran/penyetoran melalui Teller dengan Kode Billing. |
|
b. |
Struk bukti
transaksi, untuk pembayaran melalui ATM dan EDC. |
|
c. |
Benar Dokumen
elektronik, untuk pembayaran/penyetoran melalui internet banking. |
|
d. |
Kuitansi bank untuk pembayaran melalui Teller Bank/Pos Persepsi dengan menggunakan SSP/SSP PBB. |
|
e. |
Faktur |
2. Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak yang
diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP) secara jabatan
dimulai sejak . . .
|
a. |
Wajib Pajak
memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). |
|
b. |
Wajib Pajak
terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak. |
|
c. |
Wajib Pajak
memiliki penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). |
|
d. |
Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan perpajakan. |
|
e. |
Di lahirkan |
3. Berikut adalah pernyataan yang benar terkait
NPWP bendahara pengeluaran...
|
a. |
Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. |
|
b. |
Apabila terjadi mutasi pegawai yang mengakibatkan bendahara yang bersangkutan diganti oleh pegawai lain, harus mendaftarkan diri untuk mendapat NPWP baru. |
|
c. |
Persyaratan
objektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan |
|
d. |
Mengenai subjek
pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan. |
|
e. |
Persyaratan subjektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/ pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan. memperoleh subsidi dari pemerintah |
4. Sanksi yang dikenakan terhadap setiap orang
dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk
diberikan NPWP atau
menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP sehingga dapat
menimbulkan kerugian
pada pendapatan negara diberikan sanksi seperti dibawah ini kecuali...
|
a. |
Penjara paling
singkat 6 (enam) bulan. |
|
b. |
Penjara paling lama
6 (enam) tahun. |
|
c. |
Denda paling
sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar. |
|
d. |
Denda paling banyak 6 (enam) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar. |
|
e. |
Denda
Rp.1.000.000,00 |
5. Berikut adalah pernyataan yang benar terkait
penyetoran dan pelaporan pajak yang telah
dipotong/dipungut
bendahara...
|
a. |
PPh pasal 21
dipotong , disetorkan dan dilaporkan setiap bulan. |
|
b. |
PPh pasal 23
dipotong, disetorkan jika ada transaksi dan dilaporkan setiap bulan. |
|
c. |
PPh pasal 22
dipungut, disetorkan jika ada transaksi dan dilaporkan setiap bulan. |
|
d. |
PPN dipungut,
disetorkan dan dilaporkan setiap bulan. |
|
e. |
PPN dipungut,
disetorkan dan dilaporkan setiap akhir tahun |
6. Berikut adalah unsur-unsur pajak....
|
a. |
Dipungut oleh
negara berupa barang |
|
b. |
Ada jasa timbal
secara langsung bagi penyetor pajak |
|
c. |
Dipungut
berdasarkan Undang-undang |
|
d. |
Digunakan untuk
membiayai Satker dimana bendahara menyetor pajak |
|
e. |
Mendapat imbalan
secara langsung |
7. Berikut adalah format NPWP : . . . .
|
a. |
Dua digit pertama
adalah status wajib pajak. |
|
b. |
Enam digit kedua
adalah identitas wajib pajak. |
|
c. |
Satu digit ketiga
adalah nomor registrasi. |
|
d. |
Tiga digit keempat
adalah kode KPP |
|
e. |
Dua digit terahir
kode bank |
8. Keterlambatan SPT Masa Pasal 21, oleh
bendahara dapat dikenakan sanksi . . . .
|
a. |
Rp. 500.000,00 |
|
b. |
Rp. 50.000,00 |
|
c. |
Rp.1.000.000,00 |
|
d. |
Rp. 100.000,00 |
|
e. |
Rp. 150.000,00 |
9. Berikut jangka waktu penyetoran pajak yang
benar . . .
|
a. |
Penyetoran PPh
pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 setelah masa pajak berakhir. |
|
b. |
berakhir. B. Penyetoran |
|
c. |
Penyetoran PPh
pasal PPh pasal 23 selambat-lambatnya tujuh hari setelah tanggal pembayaran. |
|
d. |
Penyetoran PPN
selambat-lambatnya tanggal 10 setelah masa pajak berakhir. |
|
e. |
Akhir tahun |
10. Berikut jangka waktu pelaporan pajak terutang
yang benar . . .
|
a. |
Pelaporan PPh pasal
21 selambat-lambatnya tanggal 20 setelah masa pajak berakhir. |
|
b. |
Pelaporan PPh pasal
22 selambat-lambatnya tanggal 10 setelah masa pajak berakhir. |
|
c. |
Pelaporan pasal PPh
pasal 23 tanggal 10 setelah masa pajak berakhir. |
|
d. |
Pelaporan PPN
selambat-lambatnya tanggal 14 setelah masa pajak berakhir. |
|
e. |
Akhir tahun |
11. Dasar penyusunan dan pembuatan laporan
keuangan komersial perusahaan adalah...
|
a. |
ETAP |
|
b. |
PSAK dan UU
Perpajakan |
|
c. |
UU Perpajakan |
|
d. |
IFRS |
|
e. |
Perdata |
12. Perbedaaan yang bersifat tetap dan sekali
pajak tidak memperkenankan suatu biaya , maka
selamanya biaya atau
pendapatan tersebut harus dikeluarkan dari perhitungan pajak, disebut..
|
a. |
Beda kedudukan |
|
b. |
Beda langsung |
|
c. |
Beda tidak langsung |
|
d. |
Beda tetap |
|
e. |
Beda waktu |
13. Koreksi fiskal yang menyebabkan terjadinya
bertambahnya laba kena pajak adalah...
|
a. |
Koreksi negatif |
|
b. |
Koreksi positif |
|
c. |
Koreksi asosiatif |
|
d. |
Koreksi degresif |
|
e. |
Koreksi
argumentatif |
14. Perhatikan pernyataan ini:
i. nilai persediaaan
akhir dicatat terlalu tinggi,
ii.penyusutan
mesin disusutkan
terlalu kecil,
iii. Penyusutan
gedung permanen 2% dari harga perolehan,
iv. Prive untuk
pemilik perusahaan.
Yang termasuk koreksi
fiskal positif adalah...
|
a. |
i dan ii |
|
b. |
ii dan iii |
|
c. |
i dan iv |
|
d. |
ii dan iii |
|
e. |
ii dan iv |
15. Metode penyusutan yang digunakan oleh
perusahaan adalah metode jumlah angka tahun,
sedangkan Ditjen
pajak adalah saldo menurun dangaris lurus. Perbedaan tersebut disebut...
|
a. |
Beda kedudukan |
|
b. |
Beda langsung |
|
c. |
Beda tidak langsung |
|
d. |
Beda tetap |
|
e. |
Beda waktu |
16. Berikut yang bukan unsur PPh Badan adalah...
|
a. |
Badan usaha |
|
b. |
Berkedudukan di
indonesia |
|
c. |
Laba rugi badan
usaha |
|
d. |
Penghasilan
karyawan setahun |
|
e. |
Pajak penghasilan |
17. Perhatikan data di bawah ini
I karyawan sewasta
II Koperasi
III PNS
VI Firma
V TNI/POLRI.
Yang bukan termasuk
obyek PPh badan adalah....
|
a. |
I.II dan III |
|
b. |
I,II,dan IV |
|
c. |
I,III,dan V |
|
d. |
I,III dan IV |
|
e. |
I,III,dan V |
18. Sebuah lampiran SPT tahunan PPh berupa kertas
kerja yang berisi penyesuaian antara
laba/rugi sebelum
pajak menurut komersial dengan laba/rugi menurut SPT tahunan disebut...
|
a. |
Koreksi komersial |
|
b. |
Koreksi SPT |
|
c. |
Koreksi SSP |
|
d. |
Koreksi fiskal |
|
e. |
Koreksi soal |
19. Laporan keuangan fiskal adalah...
|
a. |
Laporan keuangan
yang disusun sesuai peraturan akuntansi yang berlaku secara umum dan digunakan untuk
keperluan perhitungan pajak |
|
b. |
Laporan keuangan
yang disusun sesuai peraturan perpajakan dan digunakan untuk keperluan pealporan
kepada pengguna laporan keuangan |
|
c. |
Laporan keuangan
yang disusun sesuai peraturanpsak dan digunakan untuk keperluan perhitungan pajak |
|
d. |
Laporan keuangan
yang disusun sesuai peraturan perpajakan dan digunakan untuk keperluan
perhitungan pajak |
|
e. |
Laporan keuangan yang disusun sesuai peraturan psak dan digunakan untuk keperluan pengguna laporan keuangan |
20. Penyebab terjadinya koreksi fiskal adalah...
|
a. |
Beda tetap dan beda
pembebanan |
|
b. |
Beda waktu dan beda
pengakuan |
|
c. |
Beda waktu dan beda
tetap |
|
d. |
PSAK dan UU
Perpajakan |
|
e. |
SAK ETAP dan beda
IFRS |
21. Dalam jumlah gaji karyawan sebesar
Rp.120.000.000termasuk juga pengeluaran untuk
pimpinan sebesar
Rp.150.000.sebulan untuk biaya sopir dan iuran asuransi kecelakaan dan
kematian karyawan
Rp.10.000.000 dan beras dibagikan kepada karyawan
Rp.2.000.000 koreksi
fiskal untuk gaji karyawan adalah...
|
a. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.120.000.000 |
|
b. |
Koreksi fiskal
neagatif Rp.13.800.000 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp.13.800.000 |
|
d. |
Koreksi fiskal
positif Rp.10.000.000 |
|
e. |
Koreksi fiskal
positif Rp.2.000.000 |
22. Harga perolehan mesin adalah Rp.50.000.000
dan disusutkan setahun 20% (saldo menurun)
dan memiliki mas
manfaat 4 tahun. Maka koreksi fiskal untuk mesin adalah...
|
a. |
Koreksi fiskal
negatif RP. 15.000.000 |
|
b. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.25.000.000 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp.15.000.000 |
|
d. |
Koreksi fiskal
positif Rp.25.000.000 |
|
e. |
Koreksi fiskal
positif Rp.30.000.000 |
23. Tanah disusutkan sebesar 2% dari harga
perolehan Rp.50.000.000 maka koreksi fiskal untuk
tanah adalah...
|
a. |
Koreksi fiskal
positif Rp.10.000.000 |
|
b. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.10.000.000 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp.25.000.000 |
|
d. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.25.000.000 |
|
e. |
Dihapuskan |
24. Tanah yang diperbolehkan disusutkan berdasar
UU perpajakan adalah...
|
a. |
Tahan yang
digunakan untuk gedung kantor perusahaaan |
|
b. |
Tanah yang
digunakan sebagai bahan produksi |
|
c. |
Tanah yang
digunakan untuk pendirian gedung produksi |
|
d. |
Tanah perusahaan
yang disewakan |
|
e. |
Tanah perusahaan
yang menganggur |
25. Piutang ragu-ragu dihapuskan karena debitur
meninggalkan Indonesia dan tidak diketahui
alamatnya, maka
perlakuan untuk koreksi fiskal ini adalah...
|
a. |
Tidak ada koreksi |
|
b. |
Koreksi fiskal
positif |
|
c. |
Koreksi fiskal
negatiff |
|
d. |
Koreksi fiskal
substantif |
|
e. |
Koreksi fiskal
degresif |
26. Gedung permanen dengan harga perolehan
Rp.250.000.000 disusutkan sebesar 10% setahun
koreksi fiskal untuk
gedung adalah....
|
a. |
Koreksi fiskal
positif Rp.12.500.000 |
|
b. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.12.500.000 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp.25.000.000 |
|
d. |
Koreksi fiskal
negatif Rp.25.000.000 |
|
e. |
Dihapuskan |
27. Peraturan perpajakan menetapkan bahwa tarif
yang digunakan untuk penyusutan gedung
permanen saldo
menurun adalah...
|
a. |
0.3 |
|
b. |
0.4 |
|
c. |
0.5 |
|
d. |
0.6 |
|
e. |
0.7 |
28. Perusahaan ABAH Penghasilan per tahun
Rp.800.000.000 dan PKP ditemukan adalah
Rp.690.000.000. tarif
PPh badan untuk perusahaan ABAH adalah...
|
a. |
0.01 |
|
b. |
0.05 |
|
c. |
0.1 |
|
d. |
0.15 |
|
e. |
0.25 |
29. Ditemukan perredaran bruto PT BAHAGIA
Rp.1.000.000.000 dan PKP Rp.980.000.000 ,
maka PPh badan
terutang milik PT BAHAGIA adalah...
|
a. |
Rp.1.000.000.000 |
|
b. |
Rp.274.400.000 |
|
c. |
Rp.245.000.000 |
|
d. |
Rp.122.500.000 |
|
e. |
Rp.9.800.000 |
30. Besarnya tarif penyusutan bangunan permanen
adalah ...
|
a. |
0.35 |
|
b. |
0.25 |
|
c. |
0.15 |
|
d. |
0.1 |
|
e. |
0.05 |
31. Pajak bersifat final artinya ....
|
a. |
Pajak yang masih
harus di bayar |
|
b. |
Pajak yang sudah di
bayar oleh pemungutnya |
|
c. |
Pajak yang di
tanggung pemerintah |
|
d. |
Pajak yang di
bebankan kepada pemerintah |
|
e. |
Pajak daerah |
32. Pajak yang dipungut oleh bendahara pemerintah
berkenaan dengan kegiatan ekspor ..
|
a. |
PPh Pasal 25 |
|
b. |
PPh Pasal 23 |
|
c. |
PPh Pasal 22 |
|
d. |
PPh Pasal 20 |
|
e. |
PPh Pasal 19 |
33. SPT tahunan di anggap sah, kecuali...
|
a. |
Wajib pajak wajib
mengisi SPT tahunan dengan benar |
|
b. |
SPT tahunan di
tandatangani |
|
c. |
SPT tahunan di
lampiri dengan bukti lampiran |
|
d. |
Kekurangan
pembayaran di lakukan sebelum penyampaian laporan |
|
e. |
Dilaporkan dua
tahun sekali |
34. Formulir yang di gunakan untuk menyampaikan
laporan tahunan badan dalah...
|
a. |
SPT Tahunan Waib
Pajak Badan 1770 |
|
b. |
SPT Tahunan Waib
Pajak Badan 1771 |
|
c. |
SPT Tahunan Waib
Pajak Badan 1772 |
|
d. |
SPT Tahunan Waib
Pajak Badan 1773 |
|
e. |
SPT Tahunan Waib
Pajak Badan 1774 |
35. Isi dari formulir SPT Tahunan PPh Wajib Pajak
Badan 1771-IV adalah...
|
a. |
Pajak penghasilan
bersifat final |
|
b. |
Susunan pengurus
dan komisaris |
|
c. |
Pemegang saham
perusahaan |
|
d. |
Kredit pajak dalam
dan luar negeri |
|
e. |
Utang kepada
pemegang saham |
36. Batas akhir waktu penyampaian SPT Tahunan
badan adalah...
|
a. |
Tanggal 31 Januari |
|
b. |
Tanggal 28 Februari |
|
c. |
Tanggal 31 Maret |
|
d. |
Tanggal 30 April |
|
e. |
Tanggal 31 Desember |
37. Tarif Ekspor / Impor bagi yang sudah memiliki
Angka Pengenal Impor dikenakan tarif...
|
a. |
2,5 % X Nilai Impor |
|
b. |
3,5 % X Nilai Impor |
|
c. |
4,5 % X Nilai Impor |
|
d. |
5,5 % X Nilai Impor |
|
e. |
7,5 % X Nilai Impor |
38. Tarif Ekspor / Impor bagi yang sudah Belum
memiliki Angka Pengenal Impor dikenakan
tarif..
|
a. |
2,5 % X Nilai Impor |
|
b. |
3,5 % X Nilai Impor |
|
c. |
4,5 % X Nilai Impor |
|
d. |
5,5 % X Nilai Impor |
|
e. |
7,5 % X Nilai Impor |
39. PT Maju Jaya melakukan Impor dengan Nilai
Impor RP. 5.000.000.000, dan memiliki
angka pengenal Impor,
besarnya PPh Pasal 22 atas Impor barang tersebut adalah...
|
a. |
Rp. 125.000.000 |
|
b. |
Rp. 135.000.000 |
|
c. |
Rp. 145.000.000 |
|
d. |
Rp. 155.000.000 |
|
e. |
Rp. 165.000.000 |
40. PT Cemerlang melakukan Impor dengan Nilai
Impor Rp 2.000.000.000, dan tidak
memiliki angka
pengenal Impor, besarnya PPh Pasal 22 atas Impor barang adalah ...
|
a. |
Rp 120.000.000 |
|
b. |
Rp 130.000.000 |
|
c. |
Rp 140.000.000 |
|
d. |
Rp 150.000.000 |
|
e. |
Rp 160.000.000 |
41. Dalam jumlah gaji karyawan sebesar Rp
150.000.000,00 termasuk juga pengeluaran untuk pimpinan sebesar Rp 200.000,00
sebulan, untuk keperluan biaya sopir dan iuran asuransi kecelakaan dan kematian
karyawan sebesar Rp 12.000.000,00, serta pengeluaran untuk beras dibagikan
kepada karyawan sebesar Rp 3.000.000,00. Koreksi fiskal untuk gaji karyawan
adalah ...
|
a. |
Koreksi fiskal
negatif Rp 150.000.000,00 |
|
b. |
Koreksi fiskal
negatif Rp 17.400.000,00 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp 17.400.000,00 |
|
d. |
Koreksi fiskal
positif Rp 12.000.000,00 |
|
e. |
Koreksi fiskal
positif Rp 15.000.000,00 |
42. Harga perolehan mesin adalah Rp 50.000.000,00
dan disusutkan setahun 20% (saldo menurun) dan memiliki manfaat 4 tahun. Maka
koreksi fiskal untuk mesin adalah...
|
a. |
Koreksi fiskal
negatif Rp 15.000.000,00 |
|
b. |
Koreksi fiskal
negatif Rp 25.000.000,00 |
|
c. |
Koreksi fiskal
positif Rp 15.000.000,00 |
|
d. |
Koreksi fiskal
positif Rp 25.000.000,00 |
|
e. |
Koreksi fiskal
negatif Rp 35.000.000,00 |
43. Setiap tambahan kemampuan ekonomis yang
diperoleh wajib pajak, baik berupa penghasilan yang berasal dari Indonesia
ataupun penghasilan dari luar Indonesia yang digunakan untuk menambah kekayaan
wajib pajak serta keperluan konsumsi yang bersangkutan dengan nama dan bentuk
apapun disebut. . . .
|
a. |
Pajak |
|
b. |
Penghasilan |
|
c. |
Pajak Penghasilan |
|
d. |
Pajak Penghasilan
Orang Pribadi |
|
e. |
PPh Pasal 21 |
44. Salah satu jenis wajib pajak orang pribadi
yang memperoleh penghasilan dari pemberi kerja adalah. .
|
a. |
OP Karyawan |
|
b. |
OP usahawan |
|
c. |
OP Wirausahawan |
|
d. |
OP pekerja bebas |
|
e. |
OP pekerja tetap |
Komentar
Posting Komentar